Mewaspadai Pemburu Rente pada Manajemen Gas Pipa

 

Mewaspadai Pemburu Rente Pada  Manajemen Gas Pipa

Sampe L. Purba

Gas bumi termasuk sumber daya alam strategis yang dikuasai negara, yang pengusahaannya adalah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.  Badan Pengatur Hilir berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36/2004 berwenang untuk memberikan hak mengoperasikan Pengangkutan Gas Bumi melalui pipa pada ruas transmisi dan/ atau pada wilayah jaringan distribusi kepada Badan Badan Usaha berdasarkan lelang.  Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan pembangunan infrastruktur gas bumi melalui pipa yang padat modal dan beresiko tinggi serta guna menciptakan iklim investasi yang sehat serta jaminan pengembalian investasi bagi Badan Usaha dalam pengusahaan gas bumi melalui pipa, diterbitkan Peraturan MESDM 19/2009.  

Ketersediaan gas (availability) untuk jangka panjang, akses ke jaringan distribusi dan pasar (accessibility) dan keterjangkauan harga (affordability) pada pengguna (users) merupakan pertimbangan dalam pengembangan dan pengusahaan gas.  Pengusahaan Gas memiliki karakteristik khusus yang tidak fleksibel, karena itu memiliki kecenderungan alami untuk monopolistik (monopoly by nature).  Untuk melindungi kepentingan konsumen dari kemungkinan ketidak seimbangan posisi tawar antara pengembang lapangan gas,  pemegang hak khusus jaringan distribusi serta pemegang usaha pengangkutan, maka perlu diperhatikan Undang-undang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU 5/1999) dan  Undang-undang Perlindungan Konsumen (UU 8/ 1999).

Pengaturan kegiatan usaha gas bumi melalui pipa bertujuan untuk a.Meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, b.Meningkatkan investasi pembangunan infrastruktur gas bumi, c.Menjamin efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyediaan gas bumi baik sebagai sumber energi maupun sebagai bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri, d.Meningkatkan partisipasi Badan Usaha dalam penyediaan gas bumi domestik, e.Memberikan kesempatan yang sama bagi semua Badan Usaha untuk melaksanakan Kegiatan Usaha Niaga dan/ atau pengangkutan gas bumi melalui pipa, f. Memberikan kepastian hukum dalam berusaha bagi pelaku usaha, dan g. Menjamin dipenuhinya hak-hak konsumen gas bumi.

 Agar tujuan pengaturan tersebut terwujud, diperlukan konsistensi  pemahaman yang komprehensif, holistik dan integral baik pada tataran konsepsi maupun implementasinya.  Dalam penggunaan fasilitas bersama  misalnya. Untuk kepentingan efisiensi,  monetisasi beberapa lapangan gas oleh lebih dari satu perusahaan hulu gas adalah dengan skema penggunaan fasilitas bersama dan pembagian biaya pembangunan (sharing cost) yang proporsional. Hal ini telah diatur dalam peraturan tersendiri (lex specialist) pada PP 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu.Tidak perlu harus dipaksakan ada mata rantai perusahaan baru yang bertindak sebagai transporter.

Sebaliknya, suatu pemegang ijin usaha niaga (trader) yang mendapatkan alokasi gas tertentu, dan menggunakan fasilitas infrastruktur perusahaan lain (open access) hendaknya juga ikut menanggung sebagian biaya yang telah dikeluarkan investor sebelumnya. Dalam hal fasilitas dimaksud adalah fasilitas infrastruktur dalam kerangka kegiatan hulu, maka trader seyogianya diwajibkan untuk membayar langsung ke Negara  (yang selanjutnya oleh Negara dapat digunakan sebagai dana pembangunan infrastruktur), atau melalui pengurangan cost pemilik pipa di sisi hulu. Pemberian alokasi gas kepada trader tanpa kewajiban mengkompensasi atas penggunaan pipa hanya akan mendorong tumbuh suburnya pemburu rente.  Trader juga hendaknya tidak perbolehkan untuk men sub kan lagi alokasi gasnya,  karena itu hanyalah model rekayasa atas underlying transaction pada fasilitas yang sama.  

PT Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertagas telah mewarisi pipa jaringan distribusi dan transmisi yang sebelumnya ada dalam skema kegiatan usaha hulu. Dalam hal ada kebutuhan pemanfaatan jaringan  fasilitasnya untuk kepentingan pengembangan kegiatan hulu pada lapangan gas lain, hendaknya perusahaan yang akan memanfaatkannya diperlakukan secara fair  dengan pertimbangan dan perhitungan komersial dan ekonomi yang adil. PT. Perusahaan Gas Negara dalam rencana strategisnya akan menjadi perusahaan yang terintegrasi dan memiliki anak perusahaan yang bergerak  di sektor hulu lapangan gas, transportasi gas milik pihak lain, dan sekaligus menjadi trader. Ini juga patut dicermati. Jangan sampai posisinya yang dominan pada jalur penguasaan pipa distribusi hilir digunakan untuk menekan dan  membeli gas dari kegiatan usaha hulu dan menyalurkannya ke pengguna (user) pada selisih harga yang jomplang  sebagai persyaratan akses pipa. Jangan sampai posisi tersebut digunakan untuk menekan pengguna dengan toll fee yang tidak adil dan rasional. Gas utamanya adalah untuk kelistrikan, pupuk, industri dan rumah tangga.  PT. PGN adalah Perusahaan Terbuka yang sahamnya dicatatkan di bursa efek. Saat ini kepemilikan publik atau swasta di PT tersebut sekitar 45%. Sementara itu, atas usaha kegiatan hulu sekitar 70% keuntungannya adalah merupakan penerimaan Negara.

Suatu Badan Usaha yang telah memperoleh hak khusus ruas transmisi sebagai bagian dari Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional hendaknya segera merealisasikan pembangunannya sesuai jadwal yang disepakati ketika memenangkan lelang jalur tersebut. Molornya pembangunan hanya akan menyandera pengembangan lapangan gas di sepanjang jalur yang dilalui.

Sesuai amanat Undang-undang Migas, gas adalah sumber daya strategis. Peningkatan dan perluasan infrastruktur transmisi dan distribusi, serta tersedianya gas pada harga yang terjangkau dan adil pada seluruh lapisan masyarakat, adalah indikasi keberhasilan yang merupakan dambaan dan kepentingan Nasional kita.

 

Jakarta,   Oktober 2013

Penulis – Profesional dan Praktisi Bisnis Global

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s